Langsung ke konten utama

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir Kandungan

kandungan

Cara menghitung hari perkiraan lahir - Hari perkiraan lahir (HPL) sang buah hati kerap menjadi pertanyaan terbesar bagi pasangan yang tengah dikaruniai momongan. Tak hanya rasa penasaran, hari perkiraan lahir kerap dipertimbangkan untuk menyusun rencana persiapan terkait kelahiran bayi. Memang, menyiapkan segala sesuatu tepat pada waktunya adalah cara terbaik menyambut kelahiran buah hati Anda. Namun, sebenarnya bagaiamana cara menghitung hari perkiraan lahir anak Anda?

Apa itu HPL?
Hari Perkiraan Lahir atau HPL adalah tanggal prediksi akan dilaksanakannya persalinan. Pada hari perkiraan lahir, diperkirakan usia buah hati telah matang dan siap untuk dilahirkan. Hari perkiraan lahir hanyalah prediksi, ini berarti tidak dapat dipastikan anak Anda akan lahir tepat sesuai hari perkiraan lahir. Namun biasanya anak akan lahir dengan selisih maksimal seminggu dari hari perkiraan lahir, bisa saja lebih cepat ataupun lebih lambat.

Namun kerap terjadi kasus dimana bayi lahir jauh sebelum hari perkiraan lahir. Pada kasus ini, usia bayi seringkali belum cukup matang sehingga harus mendapatkan penanganan medis lanjutan setelah dilahirkan. Untuk menghindari resiko terjadinya hal ini, Anda harus menjaga kandungan dengan baik, mencukupi nutrisi dan menghindari kendala fisik dan psikis yang dapat membahayakan kandungan Anda.

Cara Menghitung HPL Mudah dan Cepat
Untuk menghitung hari perkiraan lahir, Anda harus mengetahui dengan pasti usia kehamilan Anda. Normalnya, kehamilan berlangsung selama tiga puluh delapan hingga empat puluh dua minggu. Rata-rata bayi lahir pada usia kehamilan empat puluh dua minggu. Namun usia ini dapat berbeda bila Anda mengandung bayi kembar. Karena biasanya, kehamilan bayi kembar tidak berlangsung selama empat puluh minggu. Dan tak jarang, dokter melakukan induksi berdasarkan perkembangan janin.
Saat melakukan pemeriksaan kehamilan, dokter akan memberitahukan Anda perkiraan usia kehamilan dan tanggal kelahiran berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir atau HPHT. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan rumus Naegele dan dapat Anda lakukan sendiri dengan mudah
Langkah yang pertama adalah menentukan tanggal hari pertama haid terakhir. Lalu tentukan apakah hari pertama menstruasi terakhir Anda tersebut jatuh pada bulan Januari hingga Maret, atau April hingga Desember.

Bila hari pertama haid terakhir Anda jatuh pada bulan Januari hingga Maret, maka rumus yang Anda gunakan adalah:

- Tanggal + 7, Bulan + 9, Tahun sesuai haid terakhir

Pada rumus ini, anak Anda diperkirakan lahir pada sembilan bulan kedepan, selisih tujuh hari dari hari terakhir haid Anda, pada tahun yang sama.

Sedangkan bila haid terakhir Anda di periode April – Desember, maka rumus yang digunakan:

- Tanggal + 7, Bulan – 3, Tahun + 1

Misalnya HPHT Anda jatuh pada 1 Agustus 2016, maka HPL Anda pada 8 Mei 2017.

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Diskon

Cara Menghitung Diskon atau diskonto arus kas yang digunakan oleh pro dalam dunia keuangan sepanjang waktu untuk mencari tahu apa investasi yang benar-benar layak. Dan sementara menghitung arus kas diskonto dapat menjadi proses yang terlibat, juga dapat menjadi salah satu menguntungkan juga. Berikut adalah melihat DCF penilaian dan bagaimana Anda dapat menggunakannya pada investasi pribadi Anda dan keuangan. Apa Apakah Diskon Arus Kas? Pikirkan kas diskonto arus dengan cara ini: mereka cara mengambil hasil dari investasi di masa depan, dan memasukkannya ke dalam bentuk uang hari ini. Diskonto arus kas memperhitungkan nilai waktu dari uang - fakta bahwa satu dolar 10 tahun dari sekarang bernilai kurang dari $ 1 hari ini. Jika saya pinjaman dolar yang dengan seseorang, aku sendiri biaya semua kepentingan atau keuntungan yang saya peroleh jika saya akan disimpan atau diinvestasikan itu. Saya juga mengadu 10 tahun inflasi terhadap daya beli dolar saya. Apa itu artinya adalah bahw...

Cara Menghitung Logaritma / Log Mudah tanpa Kalkulator

Cara Menghitung logaritma . Logaritma menjadi momok yang sering ditakutkan oleh siswa dalam pelajaran matematika. Banyak anggapan bahwa materi logaritma tergolong rumit dan penyelesaian yang harus digunakan sangat kompleks. Selain itu, anggapan awam selama ini percaya bahwa logaritma harus dicari menggunakan kalkulator. Padahal tidak, logaritma bisa dicari dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Terutama sekali, logaritma dapat diselesaikan dengan mudah tanpa bantuan kalkulator. Benarkah demikian? Bagaimana cara menyelesaikan soal logaritma tanpa kalkulator? Memahami sifat dasar logaritma Dalam mencari hasil logaritma tanpa menggunakan kalkulator dengan cepat dan mudah, Anda harus mengetahui sifat-sifat dasar dari logaritma, sifat-sifat itu antara lain: 1. Log ab = log a + log b Melalui sifat dasar ini, Anda harus memahami bahwa nilai logaritma dari sebuah bilangan yang adalah hasil kali dari dua bilangan sama dengan penjumlahan hasil logaritma dari kedua bilangan tersebut...

Cara Menghitung Pajak Pertambahan Nilai atau PPN

Dalam setiap barang yang Anda beli baik itu peralatan sehari-hari, pakaian hingga makanan ringan sekalipun, Anda turut menyumbangkan pajak kepada pemerintah. Pajak ini disebut PPN. Untuk apa PPN ini dibayarkan? Serta, bagaimana menghitung besaran pajak pertambahan nilai? Berikut penjelasan lengkap untuk Anda. Mengenal Pajak Pertambahan Nilai Pajak adalah salah satu bentuk kontribusi masyarakat kepada pemerintah. Selain pajak, juga dikenal retribusi yang memiliki perbedaan dengan pajak. Contoh retribusi adalah bayaran parkir, dan retribusi merupakan pungutan langsung dimana masyarakat merasakan langsung hasil bayaran retribusi tersebut. Seperti contoh retribusi tarif parkir yang memberikan masyarakat keuntungan melalui kesempatan untuk parkir. Sedangkan pada pajak, masyarakat tidak merasakan benefit secara langsung. Pajak seringkali berupa beban yang mengikuti atribut lainnya, seperti barang, bangunan kendaraan dan lain lain. Persamaan antara pajak dan retribusi terletak pada tuju...